LPJPHKI News – 19 November 2025, Kunjungan tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) Universitas Airlangga dalam rangka kajian valuasi paten dan pengelolaannya menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen ekosistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui sinergi antara LPJPHKI, Airlangga Enterprise, dan Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis (PASINBIS) Universitas Airlangga.
Koordinator Bidang HKI, Indria Wahyuni, S.H., LL.M., Ph.D., menegaskan bahwa pentingnya sertifikasi bagi pengelola HKI di Unair agar lebih profesional dan kredibel.
“Ke depan, LPJPHKI akan bekerja sama sangat erat dengan Airlangga Enterprise dan PASINBIS untuk mengakselerasi proses hilirisasi teknologi dan perlindungan hak kekayaan intelektual,” ujar beliau dalam sambutannya saat membuka acara.
Tim BRIN menekankan bahwa dalam evaluasi paten, BRIN mendorong paten untuk nilai ekonomi dan teknologi. Dalam presentasinya, Prof. Nur Mahmudi dari Direktorat Evaluasi Kebijakan Riset, Teknologi dan Inovasi BRIN, menyoroti peran strategis paten sebagai aset komersial.
“Paten bukan hanya alat pelindung hasil riset, tetapi bisa menjadi komoditi bisnis yang mendorong pertumbuhan teknologi dan ekonomi nasional,” paparnya.
Menurut Prof. Nur Mahmudi, Indonesia semestinya bisa mengikuti perkembangan paten yang ada di dunia.
Sementara itu, hasil kajian valuasi paten dan pengelolaannya dalam lingkup BRIN yang disampaikan oleh Soni Candra Saragih, ST., M.Sc., staf Direktorat Manajemen Kekayaan Intelektual BRIN, menunjukkan pertumbuhan jumlah paten BRIN meningkat pesat — dari 400 (2022) menjadi 1.119 (2024), tersebar di sembilan organisasi riset. Meskipun 98% responden menilai pentingnya standar evaluasi, terdapat kesenjangan ekspektasi nilai antara mitra, inventor, dan tim manajemen. BRIN perlu menyeimbangkan parameter teknis dan ekonomi dalam evaluasi paten.
Beberapa isu lain yang ditemukan: metodologi akuntansi belum memadai, pelaporan biaya lemah, dan personel evaluasi masih terbatas. Sebagai tindak lanjut, BRIN merencanakan sistem two-track, profesionalisasi SDM evaluasi, dan pembangunan basis data internal untuk manajemen paten.
Di sesi diskusi, muncul gagasan strategis dari perwakilan Airlangga Enterprise, Prof. Dr. Gancar Candra Premananto, SE., M.Si. mengajak Unair dan BRIN untuk menyelenggarakan workshop evaluasi paten dan program “awarding HKI”, menginisiasi sertifikasi valuator paten serta memperluas jejaring ke PTNBH lain seperti UI dan UGM.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Unair bersama BRIN merencanakan “Unair-BRIN Innovation Metrics”, sebuah sistem metrik bersama untuk mengukur inovasi, jumlah paten, dan dampak HKI dari riset kolaboratif. Sistem ini diharapkan menjadi dasar kebijakan dan strategi hilirisasi riset di masa depan.
Penulis: Anis Karmila
LPJPHKI Selalu Menemani Anda!
Bersama kita wujudkan publikasi kuat, reputasi hebat!
#SeeWhatsNext — Eksplorasi tanpa akhir terhadap cara pandang jurnal, publikasi, dan HKI.
Connect with Us!
📚 Info lebih lanjut #LPJPHKIUNAIR:
🌐 Website: https://lpjphki.unair.ac.id/
📧 Email: adm@ppjpi.unair.ac.id
| adm@aup.unair.ac.id
📷 IG: @lpjphkiunair
𝕏 X: @lpjphkiunair
📘 Facebook: Lembaga Pengembangan Jurnal Publikasi dan Hak Kekayaan Intelektual
▶️ YouTube: LPJPHKI UNAIR
#LPJPHKIUNAIR #RoadToScopus #SmartUniversity #UniversitasAirlangga #UnairHEBAT #UNAIR #KsatriaAirlangga #Scopus #Elsevier #SciVal #UtilitasSciVal #FWCI #KampusUnair #ExcellentWithMorality #UnairSurabaya #ScholarUnair #Toptier #penulis #resolusi2025 #akademi #academy #UnairWriting #writing #ResearchCollaboration #benchmarking











